Mading CINTA
Creative, Inspiration
to MAPHAN
Tema “Akademik tetap
tapi MAPHAN jangan dilupa ??!!”
Selayang pandang
UKM MAPHAN ini bergerak dalam bidang penanggulangan
penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkoba. MAPHAN didirikan pada tanggal 22 NoVember 2000 dan mendapat pengesahan
dari Rektor UNM pada tanggal 21 Januari
2003. Sampai saat ini UKM MAPHAN masih tetap eksis dengan
kepengurusan periode 2011-2012 dikarenakan semangat dari jiwa yang peduli pada
organisasi ini. Siapa lagi kalau bukan teman-teman yang berupaya untuk
membangun organisasi ini. ……….??????????!!
Semua serasa mimpi !! pengukuhan angkatan
ke VIII
Info terbaru

Kebahagiaan terpancar dari
masing-masing anggota pengurus ,,,,,,!!!! Apakah kebahagiaan itu akan tetap
eksis ???!!

Pasca pembacaan sumpah pelantikan di gedung rektorat





Technical Meeting angkatan IX di
depan Gedung Rektorat
AIDS hilang tahun 2020 ?????!!
New York, Penyakit
mematikan AIDS (Acquired immune deficiency syndrome) adalah dampak lanjutan
dari penyakit menurunnya kekebalan tubuh atau HIV (Human Immunodeficiency
Virus). Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan aksi global untuk mengakhiri
AIDS pada tahun 2020.
Dalam membuka pertemuan General
Assembly PBB di New York, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengatakan kepada
para presiden, menteri dan diplomat dari seluruh dunia bahwa jika semua mitra
bersatu dan terlibat maka penyakit
AIDS bisa diakhiri.
"Hari ini kita berkumpul untuk
mengakhiri AIDS. Tujuan kita adalah tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi
stigma dan kematian yang terkait dengan AIDS," ujar Ban Ki-Moon, seperti
dikutip dari ABCNews.go.com, Kamis (9/6/2011).
Ban mengungkapkan bahwa pada tahun 2001 ketika para pemimpin dunia mengambil tanggung jawab untuk mengendalikan epidemi, maka infeksi baru telah menurun sebesar 20 persen. Dan saat 5 tahun lalu ketika para pemimpin berjanji untuk memberikan pelayanan, perawatan dan dukungan terhadap AIDS maka jumlah kematian berkurang 20 persen.
Hal ini menunjukkan jika semua pihak terlibat dan mau bertanggung jawab dalam mengendalikan epidemi, maka penyakit AIDS bisa diakhiri.
Direktur eksekutif PBB untuk AIDS, Michel Sidibe menuturkan bahwa visi menciptakan dunia bebas AIDS bisa terwujud. Untuk mewujudkannya diperlukan revolusi dalam pencegahan AIDS dan melibatkan gerakan kaum muda sebagai agen perubahan.
Selain itu juga perlu kerja keras mengakhiri diskriminasi dalam pemberian layanan pada kelompok yang paling banyak terkena infeksi ini seperti imigran, narapidana, orang yang menyuntikkan narkoba, pekerja seks dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
"Sekitar 1,8 juta orang meninggal karena AIDS setiap tahunnya di negara berkembang dan di negara maju dan ada 9 juta orang di dunia yang menunggu pengobatan. AIDS telah menjadi penyakit kronis," ujar Sidibe.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menuturkan sebagian cara dalam memerangi penyebaran HIV/AIDS di negaranya adalah bekerja sama dengan industri film lokal untuk mempromosikan perubahan perilaku dan kesadaran di kalangan anak muda.
"Kita tidak bisa menang dalam melawan momok HIV/AIDS tanpa adanya solidaritas internasional," ujar Jonathan.
Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.
Ketika seseorang terinfeksi maka gejala awal yang muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang. Gejala dan tanda awal dari HIV termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha.
Pusat pengendalian penyakit (Center for Disease Control/CDC) mengungkapkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:
Ban mengungkapkan bahwa pada tahun 2001 ketika para pemimpin dunia mengambil tanggung jawab untuk mengendalikan epidemi, maka infeksi baru telah menurun sebesar 20 persen. Dan saat 5 tahun lalu ketika para pemimpin berjanji untuk memberikan pelayanan, perawatan dan dukungan terhadap AIDS maka jumlah kematian berkurang 20 persen.
Hal ini menunjukkan jika semua pihak terlibat dan mau bertanggung jawab dalam mengendalikan epidemi, maka penyakit AIDS bisa diakhiri.
Direktur eksekutif PBB untuk AIDS, Michel Sidibe menuturkan bahwa visi menciptakan dunia bebas AIDS bisa terwujud. Untuk mewujudkannya diperlukan revolusi dalam pencegahan AIDS dan melibatkan gerakan kaum muda sebagai agen perubahan.
Selain itu juga perlu kerja keras mengakhiri diskriminasi dalam pemberian layanan pada kelompok yang paling banyak terkena infeksi ini seperti imigran, narapidana, orang yang menyuntikkan narkoba, pekerja seks dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
"Sekitar 1,8 juta orang meninggal karena AIDS setiap tahunnya di negara berkembang dan di negara maju dan ada 9 juta orang di dunia yang menunggu pengobatan. AIDS telah menjadi penyakit kronis," ujar Sidibe.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menuturkan sebagian cara dalam memerangi penyebaran HIV/AIDS di negaranya adalah bekerja sama dengan industri film lokal untuk mempromosikan perubahan perilaku dan kesadaran di kalangan anak muda.
"Kita tidak bisa menang dalam melawan momok HIV/AIDS tanpa adanya solidaritas internasional," ujar Jonathan.
Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.
Ketika seseorang terinfeksi maka gejala awal yang muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang. Gejala dan tanda awal dari HIV termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha.
Pusat pengendalian penyakit (Center for Disease Control/CDC) mengungkapkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:
- Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan
- Batuk kering
- Demam berulang atau berkeringat saat malam hari
- Kelelahan
- Diare yang lebih dari seminggu
- Kehilangan memori
- Depresi dan juga gangguan saraf lainnya.
Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan mengukur jumlah sel-sel darah putih, karena biasanya seseorang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil. HIV bukan merupakan penyakit yang mudah untuk didiagnosis, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu kenali gejala yang ada dan melakukan pemeriksaan ke dokter.
Profil
Kanda ROSNIMAR
Bone, 9 Oktober 1988
“Maphan sekarang ini agak
kekurangan kader untuk menjadi penerus ke depannya, tetapi walaupun demikian
kurang asalkan semuanya tetap eksis (all out), konsisten, dan memiliki komitmen
pada tugasnya masing-masing saya kira semua akan baik-baik saja”…
Menurut saya, UKM MAPHAN ini
bagus karena kita bisamendapatkan informasi seputar HIV/AIDS dan NAPZA.
Disamping itu secara otomatis kita berpartisipasi dalam mencegh terjadinya
HIV/AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA karena UKM ini berjiwa social
Yang membuat saya tertarik dengan
MAPHAN ini yaitu UKM ini bergerak dalam berbagai aspek kehidupan misalkan saja
dalam dunia pendidikan, agama dan social
Saya tertarik masuk MAPHAN
disamping ingin berorganisasi, kita juga bias memperbanyak jaringan dan yang
lebih penting yaitu memahami lebih dalam tentang “HIV/AIDS dan NAPZA
![]() |
TIM REDAKSI
Sukmawati



Tidak ada komentar:
Posting Komentar