Senin, 04 Februari 2013

keBiasaan

aku Terlanjur Biasa dgn keadaan sprti Dlu bersamamuw sellu dan selamnya,,,
terLalu berlebihannya sehingga susah dilupaKan,,, 
Tpi apaBIla kebiasaan Itu PUnah dgn sekejaP,, ?? 

apa yang terjadi ?? serasa inginKu mengutarakan Semuax,,,

AKu tak tw bgmana carax agar dia tau semua ini,, sosokx yg sellu memotivasiq dlu kini mulai Pudar sedkit demi sdkitt,,,

KEBIASAAN yang dilakukan Terhadapq Kini seakan sirna di hempaskan angin,,,

tak sadarKah aku ?? aku terlnjur syg ,, 

Daya memahamiq sgt KURANG Shngga trjdi kesalpahaman,,

INI SALAHKU bukan DIRIMUW,,

dLu aku tak tuntut LEBAY Tpi kebiasaan yang membiasakan aku serti ini,


Ohhh TUHAANN APa yang Harus aku Lakukan ????
bantu hambamu Inii,, Tunjukkan Yang terbai uNtukkU dan KUATKAN akuu,,,,,


aKUU tak sanggup menghadapix tanpa Engkau TUHAN,,

aku MAKHLuk lemaah,, pUx kekurangan,, andai sja dia tau diriku ini sudh brsush pyah menuruti ap yg dia inginkan tpi,,,, mengapaaa ??? 

TUHANN,,, AMpuni Hambaa ini yG terllau LEBAY,,,
iBU,,, Maafkan anakmUw ini Tak bisa smpt membahagiakanMuuw smpai deTik ini,,,
tak ad yG bisa eNgkau banggakan DariKuu...
engkau adalah SOSOK bidadari yg Sangat SEMPURNA dimata ANAkmu ini
tak sanggup aKu melihatmu meneteskan aIR MATA hx karna DiriKu yg tak mw mendengarr,,,


Ibu,,, ANDAI sja BIsa kuPUtar waktu kembali,
aku Hanya minta satU permohonan ya RABB Jgn sikSa IBUQ dgn KELAHIRANQ didunia Inii yg Tak mmpu membahgiakannya walau sedetik sja dan hanya mampu membuatx sediih,,,

Ibu,,, terkadang aKU lelah menghadapI hidup ini Tapi dengan adanya engkau sebagai motivatorku membuatku bisa bangkitt.
tapi ada beberapa hal yang tak mampu aku jelaskan bu,, aku sja g ngerti dengan diriku yang terlanjur Menyanyangi seseorang...

Entah mengapa,,,, semua Serasa KOnyol tak terfikirkan sblumx aku bisa sayang ma diaa,,
tPI TAKDIIRR,,,,



HARI INI HARI DIMANA MENGAPA AKU MERASA tak punya Lgi semngat hidup ,,,
TUHAN Ajari aku Bersyukur dan Bisa memAHAMix,,,
aku berusaha bisa Jdi yang TErbaik diHidupNya tpi mngaPa malah Menghancurkan Dia ??


bodoohh,, bodoohh,,,, 

Berakhir adalah dmna kta yg tak memilki sambungan,
aku tak mau mendengar Kata itu terucap dari bibirX,,


Kalau AKU jadi benalu Biarlah aku MATI dalam kebahagian yg tlh engkau berikan selama ini,,

Maaf tuhan trekadang akupun sering tak bersyukur kepadamuu,,,, MAAFKAN HAMBAMu ini


AJArilah hamba tetap bersyukur dan bisa TEGAR serta ikhlas menjalani semua tantangan HIdup yang telah engkau goreskan untukKU,,,

Sabtu, 16 Juni 2012


Mading CINTA
Creative, Inspiration to MAPHAN
Tema “Akademik tetap tapi MAPHAN jangan dilupa ??!!”

Selayang pandang
UKM MAPHAN ini bergerak dalam bidang penanggulangan penyebaran HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkoba. MAPHAN didirikan pada tanggal 22 NoVember 2000 dan mendapat pengesahan dari Rektor UNM pada tanggal 21 Januari 2003. Sampai saat ini UKM MAPHAN masih tetap eksis dengan kepengurusan periode 2011-2012 dikarenakan semangat dari jiwa yang peduli pada organisasi ini. Siapa lagi kalau bukan teman-teman yang berupaya untuk membangun organisasi ini. ……….??????????!!
Semua serasa mimpi !! pengukuhan angkatan ke VIII
Info terbaru
Kebahagiaan terpancar dari masing-masing anggota pengurus ,,,,,,!!!! Apakah kebahagiaan itu akan tetap eksis ???!!
Pasca pembacaan sumpah pelantikan di gedung rektorat





Technical Meeting angkatan IX di depan Gedung Rektorat

AIDS hilang tahun 2020 ?????!!

New York, Penyakit mematikan AIDS (Acquired immune deficiency syndrome) adalah dampak lanjutan dari penyakit menurunnya kekebalan tubuh atau HIV (Human Immunodeficiency Virus). Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan aksi global untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2020.
Dalam membuka pertemuan General Assembly PBB di New York, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengatakan kepada para presiden, menteri dan diplomat dari seluruh dunia bahwa jika semua mitra bersatu dan terlibat maka penyakit AIDS bisa diakhiri.
"Hari ini kita berkumpul untuk mengakhiri AIDS. Tujuan kita adalah tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi stigma dan kematian yang terkait dengan AIDS," ujar Ban Ki-Moon, seperti dikutip dari ABCNews.go.com, Kamis (9/6/2011).

Ban mengungkapkan bahwa pada tahun 2001 ketika para pemimpin dunia mengambil tanggung jawab untuk mengendalikan epidemi, maka infeksi baru telah menurun sebesar 20 persen. Dan saat 5 tahun lalu ketika para pemimpin berjanji untuk memberikan pelayanan, perawatan dan dukungan terhadap AIDS maka jumlah kematian berkurang 20 persen.

Hal ini menunjukkan jika semua pihak terlibat dan mau bertanggung jawab dalam mengendalikan epidemi, maka
penyakit AIDS bisa diakhiri.

Direktur eksekutif PBB untuk AIDS, Michel Sidibe menuturkan bahwa visi menciptakan dunia bebas AIDS bisa terwujud. Untuk mewujudkannya diperlukan revolusi dalam pencegahan AIDS dan melibatkan gerakan kaum muda sebagai agen perubahan.

Selain itu juga perlu kerja keras mengakhiri diskriminasi dalam pemberian layanan pada kelompok yang paling banyak terkena infeksi ini seperti imigran, narapidana, orang yang menyuntikkan narkoba, pekerja seks dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

"Sekitar 1,8 juta orang meninggal karena AIDS setiap tahunnya di negara berkembang dan di negara maju dan ada 9 juta orang di dunia yang menunggu pengobatan. AIDS telah menjadi
penyakit kronis," ujar Sidibe.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menuturkan sebagian cara dalam memerangi penyebaran HIV/AIDS di negaranya adalah bekerja sama dengan industri film lokal untuk mempromosikan perubahan perilaku dan kesadaran di kalangan anak muda.

"Kita tidak bisa menang dalam melawan momok HIV/AIDS tanpa adanya solidaritas internasional," ujar Jonathan.

Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan
penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan
penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.

Ketika seseorang terinfeksi maka gejala awal yang muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang. Gejala dan tanda awal dari HIV termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha.

Pusat pengendalian
penyakit (Center for Disease Control/CDC) mengungkapkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:
  1. Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan
  2. Batuk kering
  3. Demam berulang atau berkeringat saat malam hari
  4. Kelelahan
  5. Diare yang lebih dari seminggu
  6. Kehilangan memori
  7. Depresi dan juga gangguan saraf lainnya.

Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan mengukur jumlah sel-sel darah putih, karena biasanya seseorang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil. HIV bukan merupakan
penyakit yang mudah untuk didiagnosis, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu kenali gejala yang ada dan melakukan pemeriksaan ke dokter.
http://obattradisional.info/wp-content/uploads/2010/12/ayo2.gif
Profil

Kanda ROSNIMAR
Bone, 9 Oktober 1988

“Maphan sekarang ini agak kekurangan kader untuk menjadi penerus ke depannya, tetapi walaupun demikian kurang asalkan semuanya tetap eksis (all out), konsisten, dan memiliki komitmen pada tugasnya masing-masing saya kira semua akan baik-baik saja”…

Menurut saya, UKM MAPHAN ini bagus karena kita bisamendapatkan informasi seputar HIV/AIDS dan NAPZA. Disamping itu secara otomatis kita berpartisipasi dalam mencegh terjadinya HIV/AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA karena UKM ini berjiwa social
Yang membuat saya tertarik dengan MAPHAN ini yaitu UKM ini bergerak dalam berbagai aspek kehidupan misalkan saja dalam dunia pendidikan, agama dan social
Saya tertarik masuk MAPHAN disamping ingin berorganisasi, kita juga bias memperbanyak jaringan dan yang lebih penting yaitu memahami lebih dalam tentang “HIV/AIDS dan NAPZA



 

TIM REDAKSI
Sukmawati 




MRAN 2012 MAPHAN UNM



Rabu, 23 November 2011

PENULARAN

Dimanakah HIV ditemukan?
HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu.
Bagaimanakah HIV ditularkan?
HIV ditularkan melalui seks penetratif (anal atau vaginal) dan oral seks; transfusi darah; pemakaian jarum suntik terkontaminasi secara bergantian dalam lingkungan perawatan kesehatan, dan melalui suntikan narkoba; dan melalui ibu ke anak, selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.
• Penularan Secara Seksual: HIV dapat ditularkan melalui seks penetratif yang tidak terlindungi. Sangat sulit untuk menentukan kemungkinan terjadinya infeksi melalui hubungan seks, kendatipun demikian diketahui bahwa risiko infeksi melalui seks vaginal umumnya tinggi. Penularan melalui seks anal dilaporkan memiliki risiko 10 kali lebih tinggi dari seks vaginal. Seseorang dengan infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati, khususnya yang berkaitan dengan tukak/luka dan duh (cairan yang keluar dari tubuh) memiliki rata-rata 6-10 kali lebih tinggi kemungkinan untuk menularkan atau terjangkit HIV selama hubungan seksual. Dalam hal penularan HIV, seks oral dipandang sebagai kegiatan yang rendah risiko. Risiko dapat meningkat bila terdapat luka atau tukak di sekitar mulut dan jika ejakulasi terjadi di dalam mulut.
• Penularan melalui pemakaian jarum suntik atau semprit secara bergantian: Menggunakan kembali atau memakai jarum atau semprit secara bergantian merupakan cara penularan HIV yang sangat efisien. Risiko penularan dapat diturunkan secara berarti di kalangan pengguna narkoba suntikan dengan penggunaan jarum dan semprit baru yang sekali pakai, atau dengan melakukan sterilisasi jarum yang tepat sebelum digunakan kembali. Penularan dalam lingkup perawatan kesehatan dapat dikurangi dengan adanya kepatuhan pekerja pelayanan kesehatan terhadap Kewaspadaan Universal (Universal Precautions).
• Penularan dari Ibu ke Anak: HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15-30% risiko penularan dari ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi risiko infeksi, khususnya jumlah virus (viral load) dari ibu pada saat kelahiran (semakin tinggi jumlah virus, semakin tinggi pula risikonya.). Penularan dari ibu ke anak setelah kelahiran dapat juga terjadi melalui pemberian air susu ibu.
• Penularan melalui transfusi darah: Kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi darah dan produk- produk darah yang terkontaminasi ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%). Kendatipun demikian, penerapan standar keamanan darah menjamin penyediaan darah dan produk- produk darah yang aman, memadai dan berkualitas baik bagi semua pasien yang memerlukan transfusi. Keamanan darah meliputi skrining atas semua darah yang didonorkan guna mengecek HIV dan patogen lain yang dibawa darah, serta pemilihan donor yang cocok.
Bagaimana risiko terkena HIV dari berciuman?
Penularan melalui ciuman di mulut berisiko sangat rendah, dan belum ada bukti bahwa virus HIV dapat menyebar lewat air ludah karena berciuman.
Bagaimana risiko terkena HIV dari penindikan bagian tubuh atau tato?
Risiko penularan HIV terjadi bila alat yang digunakan terkontaminasi virus HIV dan tidak disterilkan terlebih dahulu atau digunakan secara bergantian dengan orang lain. Alat yang digunakan secara disuntikkan pada kulit hendaknya dipakai hanya satu kali, kemudian dibuang atau dicuci dan disterilkan secara seksama.
Bagaimana risiko terkena HIV dari berbagi alat cukur dengan seseorang yang terinfeksi HIV?
Segala jenis pelukaan dengan menggunakan benda yang tidak disterilkan, seperti silet atau pisau, dapat menularkan HIV. Memakai pencukur jenggot secara bergantian hendaknya dihindarkan, kecuali benda-benda tersebut disterilkan sepenuhnya sebelum digunakan.
Apakah berhubungan seks dengan seseorang penyandang HIV-positif aman dilakukan?
Selalu ada risiko penularan bila berhubungan seks dengan seseorang penyandang HIV-positif. Risiko dapat dikurangi secara signifikan bila kondom digunakan secara konsisten dan tepat.
Apakah aman bagi dua orang individu yang terinfeksi untuk secara eksklusif berhubungan seks tanpa perlindungan?
Tidak. Tidaklah aman bagi dua orang yang terinfeksi HIV untuk melakukan hubungan seks yang tak terlindungi karena adanya kemungkinan infeksi ulang dengan HIV tipe lain, dan kemungkinan menularnya infeksi menular seksual (IMS). Penggunaan kondom sangat disarankan ketika kedua pasangan terinfeksi.